Sabtu, 14 November 2009

Eksistensi Sinshe, Bukan sekedar Mengobati

Eksistensi Sinshe, Bukan Sekedar Mengobati

Hasil gambar untuk pengobatan sinshe tiongkok

Jurnal Bogor, 20 October 2009 oleh jayadi

Luki (27) baru saja mengalami tabrakan motor. Saat kejadian itu, pria kelahiran Jakarta ini langsung dilarikan ke rumah sakit. Ia mengalami patah tulang di bagian kaki. Sesampainya di rumah sakit, Luki diberi tindakan pengobatan untuk lukanya dan kakinya yang patah segera digips.
Namun sampai hari ketiga, kaki Luki masih terasa nyeri. Akhirnya ia pun beralih ke sinshe. Setelah membuka gips yang telah dipasang oleh pihak rumah sakit, sinshe tersebut segera mencari urat-urat yang kaku. Proses selanjutnya adalah memasang koyo pada urat besar dan ternyata dua hari kemudian Luki sudah mulai bisa berjalan.
Bila melihat kejadian di atas, mungkin Anda akan bertanya, sebenarnya apa sih sinshe itu? Kok kedudukannya hampir sama dengan dokter yang mampu menyembuhkan keluhan kesehatan, malahan sinshe ini pun bisa meracik obat secara tradisional? Yah, menurut Sinshe Joe, kedudukan dokter dan sinshe kini boleh dibilang sudah sejajar. Meski kedua profesi ini mempunyai kelebihan dan kekurangan, namun memiliki tujuan yang sama, yakni mengobati dan menyembuhkan pasien.
“Dulu sinshe merupakan pilihan kedua setelah dokter. Namun kini, banyak orang yang merasa kalau sinshe adalah alternatif tepat untuk menyembuhkan penyakit, terutama penyakit luar. Sayangnya, ketika harkat sinshe semakin terangkat, terlebih setelah dibentuknya Ikatan Naturopatis Indonesia (INI), tak banyak generasi muda mau menekuni dunia pengobatan tradisional. Jadinya, kini profesi sinshe semakin langka,” jelas Sinshe Joe kepada Jurnal Bogor, kemarin.
Sinshe sendiri terbagi menjadi dua kelompok, yaitu sinshe penyakit luar dan sinshe penyakit dalam. Untuk sinshe penyakit luar, umumnya menangani luka patah tulang, salah urat, serta keseleo. Dalam mengobati pasien penderita penyakit luar, sinshe terlebih dahulu mencari urat-urat yang berhubungan dengan keluhan pasien. Setelah itu dengan tenaga dalamnya sinshe akan mengurut bagian yang sakit. Dengan sedikit sentuhan saja sinshe mampu menyambungkan tulang yang terlepas maupun retak dari tempurungnya.
“Kalau sinshe memberi pengobatan itu tak hanya sebatas apa yang dikeluhkan pasien. Misalnya nih, si pasien sakit di pinggang, maka sinshe akan menelusuri urat-uratnya, baru memberi pengobatan. Tidak terpaku di mana letak keluhan pasien saja,” kata Sinshe Joe.
Sedangkan untuk sinshe penyakit dalam, biasanya mengobati berbagai penyakit, baik yang masih baru maupun kronis. Mendeteksi penyakit dalam juga dilakukan dengan tenaga dalam. Perlahan Sinshe Joe menjelaskan, mula-mula sinshe akan memegang urat nadi pergelangan tangan seseorang atau istilahnya di-bong me. Dari sinilah bisa diketahui penyakit apa yang diidap orang itu berdasarkan cepat lambatnya denyut nadi si pasien.
“Selanjutnya, seperti halnya dokter, sinshe akan melihat lidah, mata, atau bagian lain dari tubuh pasien. Sinshe juga akan menanyai keluhan-keluhan si penderita. Bila sudah dianggap cukup, sinshe akan meracik dan meramu obat. Umumnya yang diberikan adalah obat godok yang rasanya pahit dan berasal dari tumbuhan. Sebagian besar ramuan malah khusus didatangkan dari Cina oleh importir atau pengusaha obat-obat tradisional Cina,” pungkas Sinshe Joe.
Untuk informasi lebih lanjut, pembaca Jurnal Bogor dapat mengunjungi tempat praktik Sinshe Joe di Taman Yasmin (Sektor I), Jl. Teratai Raya No. 26 Cilendek Barat – Kota Bogor atau menghubungi Sinshe Joe di 081383248919.
nasia freemeta
nasiaf@jurnas.com

2 komentar:

AKUPUNKTUR KESEHATAN DAN KECANTIKAN